Fenomenologi Husserlian Memahami Masyarakat

Berikut, beberapa tulisan tentang fenomenologi Husserlian yang saya kompilasi dalam satu tulisan ringkas ini, dari pengalaman penjelajahan fenomenologi Husserlian dari beberapa artikel jurnal. Fenomenologi dalam artikel “Phenomenology of Everyday Expertise and the Emancipatory Interest, yang ditulis oleh yang Brian O’Connor, memperkenalkan Axel Honneth, yang mengemukakan rekonseptualisasi teori reifikasi, mengadopsi ide-ide John Dewey untuk mengembangkan pengertian tentang: keaslian (an … More Fenomenologi Husserlian Memahami Masyarakat

Fenomenologi Husserl

Fenomenologi, digunakan mengiringi teori Konstruksi Sosial Atas Realitas (Social Construction of Reality) yang bersifat “netral” karena berbasis pengetahuan dan konstruksi subjek, untuk lebih memberikan acuan pemikiran netral dan natural untuk menjembatani secara metodik dalam hal menjelaskan fenomena sosial. Fenomenologi sesuai untuk menjelaskan fenomena ini karena, pertama, diperlukan pendekatan yang naturalis terkait penjelasan atas fenomena, yang berarti bahwa objek-objek bersifat independen dari … More Fenomenologi Husserl

Seraut Asa Sebening Kristal

Sebuah paradigma baru dalam perencanaan pembangunan perkotaan sedang dibangun melalui pelibatan anak pada salah satu sisi perencanaannya. Walaupun tidak secara langsung terlibat dalam proses perencanaan, namun ide-ide cemerlang yang tersaji dalam naskah yang tampak sederhana itu, merupakan referensi berharga dari perspektif lain. Perspektif yang selama ini sering dilupakan, yaitu perspektif anak. Sebuah terobosan bagus. Itulah kesan … More Seraut Asa Sebening Kristal

Kritik Teori Modernitas

Setelah review atas teori modernitas, kita lanjutin ya.. Sekarang kritik atas teori modernitas, yang saya mengadopsi pemikiran F. Budi Hardiman sebagai pembuka jalan. Gagasan Budi Hardiman tentang corak-corak kesadaran yang terungkap dari studi tentang manusia modern, menurutnya lebih merupakan proses daripada esensi yang dialami dalam kesadaran manusia tersebut yakni individuasi, distansi, progress, rasionalisasi, dan sekularisasi.[10]. Proses-proses tersebut memberi pencerahan  akan makna konteks kehidupan modern yang melibatkan … More Kritik Teori Modernitas

Power of Words

Kata-kata yang berfokus pada tujuan pembentukan kualitas personal, secara positif berkontribusi kuat pada pembentukan kualitas pada subjek belajar. Penyebutan “anak bodoh”, disamping merupakan tanda keputusasaan akan ketidakpunyaan piranti pendidikan yang men-support subjek belajar, juga merupakan pembunuhan kualitas generasi. via Kata Mujijat — MiracleWays™ Power of Words ini terbangun dari persepsi juga.. Yakni tentang bagaimana seseorang  mempersepsi … More Power of Words

Persepsi Menentukan Hasil

Pandanglah segala sesuatu itu dari sisi positif, karena segala sesuatu itu bersifat positif. Pengetahuan, persepsi dan kepentingan-lah yang membuatnya menjadi positif atau negatif! Berpikir positif adalah memandang peristiwa kehidupan dari sisi positif, yakni bahwa segala sesuatu itu positif (baik, menguntungkan, bermanfaat, dsb) dan mendatangkan kepositifan (kebaikan, keuntungan, kemanfaatan, dsb) bagi dirinya. Mengapa demikian? Karena pada […] … More Persepsi Menentukan Hasil