Cultural Studies

Cultural studies, sebagaimana namanya, “studies” (kajian-kajian), bukan “cultural study” yang memuat makna “study” (kajian) yang bermakna tunggal, memuat pengertian kajian-kajian budaya dalam pengertian dan ruang lingkup yang luas dan multi, seperti dikatakan Stuart Hall, “cultural studies has multiple discourses”[1]. Ia memiliki daya jangkau  lintas disiplin ilmu, dan berusaha menjelaskan realitas sosial kontemporer dari berbagai disiplin ilmu tersebut. Cultural studies, yang muncul dari Universitas Birmingham (Inggris), -karenanya disebut “mazhab Birmingham”-, hendak menggugat pengkotak-kotakan ilmu yang masing-masingnya mengklaim kebenaran dengan versi keilmuannya masing-masing. Cultural studies hadir untuk mendamaikan klaim parsial tersebut dengan menghadirkan kajian-kajian lintas disiplin ilmu, inter dan multidisipliner dengan memasukkan teori dan metode dari berbagai disiplin ilmu yang dipandang strategis untuk lebih mampu menjelaskan realitas sosial maupun representasinya dalam kehidupan sosial kontemporer.

Kajian-kajian lintas disiplin tersebut dinamakan “budaya”, “kajian-kajian budaya” (cultural studies) karena “budaya” mengandung pengertian dan ruang lingkup yang luas, yang dalam hal ini “cultural studies” berbeda dari “the study of culture”[2]Cultural studies adalah sebuah metode dan teori, dalam ranah paradigma kebudayaan (cultural paradigm)[3], sedangkan “the study of culture” adalah kajian tentang budaya. Budaya, seperti dinyatakan oleh Simon During dalam buku Cultural Studies: A Critical Introduction, bukanlah benda atau bahkan sistem, tetapi mengacu pada pengertian seperangkat transaksi, proses, mutasi, praktik, teknologi, institusi dan segala benda dan peristiwa yang diproduksi untuk menyatu dalam pengalaman hidup, makna-terberi (given meanings), dan nilai-nilai.

Culture is not a thing or even a system: it is a set of transactions, processes, mutations, practices, technologies, institutions, out of which things and events (such as movies, poems or world wrestling bouts) are produced, to be experienced, lived out and given meaning and value to in different ways within the unsystematic network of differences and mutations from which they emerged to start with. [4]

Di sini, cultural studies memandang budaya sebagai teks[5].  Pandangan ini mendapat penguatan dari Raymond Williams yang memaknai budaya (culture) sebagai pengalaman hidup, teks, praktik, makna-makna (meanings) yang dimiliki oleh dan telah menjadi aturan main di masyarakat. Selanjutnya Raymond William sebagaimana dikutip oleh Chris Barker dan Dariusz Galasinski, memaknai budaya sebagai “a whole way of life”, meliputi keseluruhan bentuk-bentuk signifikasi dalam makna-makna dan kondisi yang diproduksinya. Mengikut pandangan ini maka, cultural studies berkenaan dengan pemahaman terhadap dunia sehari-hari sebagai bagian dari budaya yang dicermati, yakni hal-hal yang biasa dilakukan, dirasakan, dibicarakan, didengar, dilihat dan dialami dalam kehidupan sehari-hari oleh orang kebanyakan. Ini yang menjadi salah satu ciri terpenting cultural studies. Atau menurut kata William,  cultural studies mengurusi kajian-kajian tentang “intersection of language, meanings and power”[6]. Sejalan dengan ini adalah pemikiran Stuart Hall yang memberikan pengertian cultural studies berkaitan dengan kekuasaan dan politik. Menurut Hall, sebagaimana dikutip Chris Barker, cultural studies merupakan suatu teori yang dibangun oleh para pemikir yang memandang produksi pengetahuan teoretis sebagai praktik politik. Dalam hal ini pengetahuan tidak pernah menjadi fenomena netral atau objektif, tetapi memiliki posisionalitas, tergantung dari posisi mana orang berbicara, kepada siapa dan untuk tujuan apa[7].

________________

Referensi tidak ditampilkan.


Leave a Reply (Tulis Balasan atau Komentar)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s