Pilpres 2019 dan Kedahsyatan Jurus Tok Ciang Hoak Sut

Jagad politik nasional 2019 makin hari makin hot. Dunia kangouw heboh dengan adanya pemilihan bengcu secara  serentak di seantero Negeri Lintas Matahari, bersamaan dengan pemilihan Kaisar yang akan memimpin negeri itu 5 tahun ke depan. Mulai dari rakyat jelata hingga rakyat jelita dan rakyat jelalatan sama-sama heboh dengan setumpuk pujian-pujian setinggi langit kepada calon Kaisar yang disukai dan didukungnya dan dibarengi dengan cemoohan dan pengumbaran kelemahan-kelemahan calon yang tak didukungnya.

Kehebohan makin kentara ketika Kaisar yang sedang memimpin ikut lagi dalam arena pemilihan ini, berhadapan lagi dengan “lawan lama”-nya pada pemilihan Kaisar periode lalu, 2014. Lawan politik muncul lagi, CLBK, Ciangkun Lama Bertarung Kembali. Ya, Kaisar petahana Cho Goh Wei bertanding lagi dengan Pa Bo Wo, mantan ciangkun pemimpin pasukan jaman kekaisaran terdahulu, yakni era Kaisar Shu Ha To.

Tampaknya sama-sama kuat. Kaisar petahana memiliki sumber daya politik yang hebat, sementara penantangnya, Pa ciangkun juga memiliki  kekuatan yang tak boleh diremehkan. Wakilnya, San Tze Ga adalah seorang pengusaha besar yang memiliki dana besar. Sedangkan kaisar petahana mengambil wakil seorang pemuka agama yang terkenal, Ma Lua Min.

Masing-masing kandidat juga didukung oleh kekuatan politik dan kekuatan finansial yang kuat. Pemuka-pemuka agama juga memberikan dukungan kepada masing-masing kandidat. Disamping para wang gwee, laoban, dukungan kepada masing-masing kandidat ini juga datang dari kalangan tai-hiap dan para lo-enghiong yang juga memiliki pengaruh. Juga para laoshi, secara diam-diam juga tak mau kalah ikut pula, dengan perannya tersendiri. Golongan siucai ini bermain dengan pena, memanfaatkan keahlian kesusasteraan mereka dengan tulisan-tulisan dan retorika yang mampu mempengaruhi khalayak.

Sementara itu, golongan lain, para pemain tersembunyi, para pendekar kelana, dan sejenisnya, yang memiliki kesaktian yang sulit diterangkan secara awam, dengan diam-diam juga memainkan jurus-jurus rahasia, turut pula memeriahkan arena pertarungan ini. Para pemain tersembunyi ini di negeri itu lazim disebut ‘buzzer’. Praktis, arena pertarungan perebutan tahta kaisar ini lebih mendominasi atmosfer politik Negeri Lintas Matahari ketimbang pertarungan perebutan bengcu di daerah-daerah.

Saking hebatnya efek pemilihan Kaisar ini, sampai-sampai muncul “strata sosial baru” yang kemudian terlabeli dengan sebutan “Cia Bu Ong” sebutan bagi pendukung petahana, dan “Kam Pu Le” merk untuk pendukung Pa ciangkun. Tentu saja tak setiap orang rela digelari sedemikian. Itu hanya merk imajiner untuk menandai khalayak masing-masing kandidat. Juga ndak diketahui asbabun nuzul-nya.

Mungkin hanya di negeri itu lah tercipta pembelahan sosial terbayang (imagined social cleavage) akibat pilpres, eh, pemilihan Kaisar ding. Suhu Ben aja mungkin ndak menyangka bakal ada pengembang biakan gagasan imagined community-nya itu. Pilpres 2014 dan 2019 benar-benar istimewa!

Banyaknya pemain yakni para pendukung masing-masing calon Kaisar, yang melancarkan dan meluncurkan aneka jurus dan ilmunya, membuat atmosfer politik negeri itu kian hot dan pengap, penuh sesak oleh kabut beracun yang menyesakkan dada dan berpotensi mengeruhkan pikiran, sangat berbahaya terutama bagi mereka yang kurang memiliki ilmu yang memadai.

Itulah hawa beracun yang ditebarkan oleh ilmu Tok-Ciang Hoak Sut (Ilmu Hoak Tangan Beracun) yang tetiba saja menyeruak ke tengah-tengah atmosfer kehidupan manusia di Negeri Lintas Mahatari. Tak jelas sumbernya. Tiba-tiba ada dan efeknya sangat terasa. Anehnya, efek ilmu ini ketika dilepaskan, tak dirasakan oleh orang yang terkena sebagai sesuatu yang mengganggunya. Bahkan mereka tenang-tenang aja menikmatinya sambil senyam-senyum macam para taijin yang berseragam oranye ketika dijemput KPK. Sungguh bahaya!

Karena korban tidak merasa menjadi korban! Inilah dahsyatnya jurus ilmu Tok Ciang Hoak Sut ini.

Ilmu Tok Ciang Hoak Sut ini merupakan turunan yang memiliki dasar yang sama dengan ilmu Tok Ciang Hoat Sut (Ilmu Sihir Tangan Beracun) yang diciptakan oleh Datuk Sesat Laut Selatan Lam Hai Hek Sim Ong (Raja Hati Hitam Laut Selatan). Tok ciang Hoat Sut (Ilmu Sihir Tangan Beracun) merupakan jurus tangan kosong yang dilambari dengan ilmu sihir yang mengandalkan kekuatan sugesti kata-kata yang sangat dahsyat. Tangan kosong yang lebih mengandalkan kekuatan jari-jari mirip ilmu It sin-ci (Satu Jari Sakti) milik kakaknya Pendekar Sadis Ceng Thian Sin yakni Cia Sin Liong ini sungguh luar biasa.

Kekuatan jari It Sin Ci ini jika dikombinasikan dengan amgi (senjata rahasia) Su Ma Poo, I Pai Tze, Jai Jia ataupun La Pu To yang terkoneksi dengan Wei Fei ataupun Pa Ke Tan, akan menimbulkan gelombang pendek yang tak kasat mata namun berakibat berubahnya pikiran manusia yang terkena! Inilah inti dari Tok Ciang Hoat Sut. Rupanya dari dasar yang seperti inilah Tok Ciang Hoak Sut diciptakan! Lebih mengerikan ketimbang efek Ti Khi I Beng-nya Pendekar Sadis Ceng Thian Sin!

Kalau Ti Khi I Beng menyerap sinkang lawan sehingga lawan lemas dan akhirnya mati, Tok Ciang Hoak Sut ini melemahkan pikiran dan tidak membuat korbannya mati secara fisik, namun mati secara pikiran. Lebih mengerikan ketimbang kematian tubuh!

Bedanya dengan ilmu asalnya Tok Ciang Hoat Sut, Tok Ciang Hoak Sut ini mencampuradukkan tenaga sakti (sinkang) Tok Ciang Hoat Sut dengan “unsur inti udara” (hoak yang) yang mengandung yang-kang (hawa panas). Nah, hoak yang ini kemudian di Negeri Lintas Matahari itu popular disebut hoax. Inilah unsur utama dari ilmu Tok Ciang Hoak Sut! Orang yang terkena angin sambaran tok ciang hoak sut, pikirannya bisa berubah. Bisa tiba-tiba membenci orang yang dicintai. Di arena politik pemilihan Kaisar, ilmu ini lazim digunakan. Sekarang sudah banyak yang menguasai ilmu ini walaupun masih banyak yang tingkatan rendahan.

Sebenarnya ilmu ini bisa dilawan, yakni dengan kekuatan dan kejernihan batin yang cukup memadai, berpikir jernih dan rendah hati. Perlu latihan yang cukup untuk menjernihkan hati agar memiliki kekuatan batin yang cukup untuk melawan ilmu tok ciang hoak sut ini.

Orang yang terlalu mudah menyeiramakan hasrat pribadinya dengan suasana politik akan mudah terkena ilmu tok ciang hoak sut ini. Karena orang seperti ini cenderung untuk menerima dan mencari informasi yang sejalan dengan pikirannya, sejalan dengan keinginannya, sejalan dengan kepentingannya. Ia akan menolak segala hal yang bertentangan dengan hasrat dan kepentingannya itu.

Kedua, orang yang kudet (kurang apdet), kuper (kurang pergaulan), kurin (kurang informasi), dan kukir (kurang mikir), akan sangat mudah terkena ilmu tok ciang hoak sut ini.

Tak jelas, siapa yang pertama kali mengeluarkan jurus ilmu tok-ciang hoak sut ini. Faktanya, sekarang banyak orang yang memiliki dan menguasai ilmu ini, walaupun dirinya sendiri juga terkena ilmu serupa dari lawannya. Alhasil, pengaruh ilmu ini telah mengangkasa memenuhi udara dan atmosfir Negeri Lintas Matahari itu.

Para calon Kaisar pun tak luput dari efek ilmu ini. Saking hebat dan hebohnya aroma pemilihan Kaisar, sampai-sampai menenggelamkan keributan pemilihan bengcu di daerah-daerah. Para bengcu yang bakal mewakili rakyat di daerah pemilihannya juga mati-matian bertarung di daerah pemilihannya agar terpilih. Kalau di arena ini, ilmu tok ciang hoak sut kurang ampuh. Yang ampuh di arena pemilihan bengcu local ini adalah ilmu Bu Eng Cuan Ciang (Tangan Cuan Tanpa Bayangan). Jurus cuan ciang yang dilancarkan haruslah dilakukan tanpa bayangan, umumnya pakai teknik serangan mendadak (kadang disebut ‘serangan fajar’). Namun kini tak lagi nunggu fajar, kelamaan, Fajar tak kunjung tiba karena ia juga menjadi timses.. Menurut pertapa kelana yang pernah berfatwa secara jalanan, Bong Kot Tan, jurus bu eng cuan ciang harus dilakukan dengan tanpa bayangan agar tak tercium oleh Ba Was Lu, yakni pengawas pemilu.

Namun, jurus Bu Eng Cuan Ciang ini tak bisa dilancarkan sendirian. Harus pakai teknik lain, yaitu pendekatan kepada calon pemilih sesuai dengan keadaan pemilihnya. Karena, cuan (qian) yang diluncurkan bisa terancam hangus jika dilakukan dengan tidak tepat.

Istilah kerennya, bu eng cuan ciang haruslah dilakukan dengan “strategi penempatan capital yang tepat”. Karena hampir semua calon bengcu menggunakan jurus bu eng cuan ciang ini.

Walapun berskala local, tapi karena berjumlah banyak yakni seantero negeri, karena pemilunya adalah pemilu serentak, maka pemilihan bengcu inipun juga ramai, walaupun ramainya lebih banyak di arena daerah pemilihan masing-masing, tidak menasional seperti pemilihan Kaisar.

Bisa dibayangkan bagaimana riuh rendahnya suasana di Negeri Lintas Matahari itu. Negeri tropik yang cukup panas, negerinya Fitri Tropika, kian bertambah hot eh panas dengan agenda besar seperti itu. Untung si Fitrop Tropika ndak ikut-ikutan mengacau.. hehe…

Lha terus, bagaimana dengan masyarakat di negeri itu?

Mereka berkesempatan untuk menentukan nasib sendiri dengan memilih orang yang tepat, atau memilih berdasarkan cuan yang diterima, atau memilih dengan pikiran keracunan ilmu tok ciang hoak sut, atau menjadi pemilih cerdas yang berpikir jernih.**

 

Gu jiang tong yu jiu bian zhi li zhe, zhi yong bing yi (Sun Zi)

“Kemampuan melakukan perubahan dan beradaptasi akan berujung pada keuntungan”

 

Dao zhe. Ling min yu shang tong yi ye. Gu ke yi yu zhi si, ke yi yu zhi sheng, er bu wei wei (Sun Zi)

“Moral force  yang menyatukan rakyat dengan penguasa, membawa kesepakatan yang selaras untuk common goal. Maka, rakyat siap hidup dan mati bagi sang penguasa tanpa rasa takut!”

 

Bisa?

 

Bai de wei….

Ada yang tahu arti kata-kata berikut ini?

Su Ma Poo, I Pai Tze, Jai Jia, La Pu To ?

Tulis di komentar yaa….

 

bersambung………

 

Keterangan:
Ilustrasi yang digunakan, hanyalah untuk menghiasi halaman agar tidak “kering”. Sama sekali tidak menggambarkan isi cerita, apalagi menyamakan karakter gambar ilustrasi dengan beberapa peristilahan. Sama sekali tidak. Harap para losuhu maklum.
Tulisan juga termuat di www.MiraclewayStore.com

Leave a Reply (Tulis Balasan atau Komentar)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s