Peluncuran Sekolah Politik Wacana Kita

Peluncuran Sekolah Politik “Wacana Kita” Tema: “Perspektif Wacana Kritis Dalam Pembacaan Realitas Sosial dan Politik Lokal Sebagai Bekal Stakeholders Politik Kota Probolinggo” Sekolah Politik “Wacana Kita” hadir untuk melengkapi wacana kritis dalam politik lokal Kota Probolinggo. Wacana Kritis yang ditawarkan oleh Sekolah Politik “Wacana Kita” ini adalah pembacaan wacana yang sedang berkembang (pembacaan realitas sosial … More Peluncuran Sekolah Politik Wacana Kita

Mencari Pemimpin

Mencari Pemimpin Yang Menyejahterakan Masyarakat (katanya) Dalam benak masyarakat umum, pemimpin daerah yang baik dan benar, dan disukai, adalah pemimpin yang berpihak kepada mereka, dengan ukuran kedermawanan dalam arti harfiah. Pendidikan gratis, kesehatan gratis, bantuan untuk warga miskin, dan sejenisnya akan menjadi harapan warga masyarakat umum, dan menjadi isu populis untuk “diagendakan” dalam strategi kampanye … More Mencari Pemimpin

Kearifan Lokal Tengger dan Modal Sosial Demokrasi

Apa yang dimiliki dan dijalani wong Tengger dalam kehidupan sosial mereka dengan berbagai corak, habitus, kearifan lokal, ajaran kehidupan tri hita karana, konsep pancer pada gunung Bromo, praktik toleransi, Islam Tengger, dsb membentuk kebiasaan dan karakter masyarakat Tengger. Cara hidup yang merujuk pada konsep kebaikan bersama yang diyakini dan dianut secara kolektif, membawa emosi kolektif sebagai identitas wong Tengger, simbol kebanggaan bagi wong Tengger. Konsep … More Kearifan Lokal Tengger dan Modal Sosial Demokrasi

Islam Tengger

Tengger, Bromo, lazimnya dikenal sebagai kawasan yang dihuni oleh masyarakat beragama Hindu (baca “Mengenal Masyarakat Tengger”). Memang mayoritas warga suku Tengger adalah penganut agama Hindu (menurut perspektif lokal, disebut “Shiwa-Buddha”, bukan Hindu). Tetapi terdapat satu desa Tengger yang mayoritas (hampir 100 persen) masyarakatnya menganut agama  Islam, yakni desa Wonokerto. Dan ada desa lain yang sebagian … More Islam Tengger

Kurban ala Tengger

Jika umat Islam mengenal ‘kurban (qurban)’ dalam hari raya Idul Adha atau disebut juga “hari raya kurban”, karena terdapat ritual penyembelihan hewan ternak (kambing, sapi), umat Hindu Tengger pun mengenal “kurban ternak”. Ini dilakukan oleh umat Hindu Tengger dalam rangkaian ritual Yadnya Kasada (yadnya kasada berarti “kurban suci di bulan ke dua belas”) selain ritual labuhan sesaji  … More Kurban ala Tengger

Yadnya Kasada

Telah dijelaskan pada “Bromo dan Makna Spiritual Bagi Masyarakat Tengger”, bahwa kehidupan budaya masyarakat suku Tengger tidak dapat terlepas dari Bromo (Brahma) dan Yadnya Kasada. Pembahasan tentang masyarakat Tengger selalu  terkait dengan Yadnya Kasada, dukun dan Bromo sebagai posisi sentral dari tradisi budaya masyarakat Tengger. Yadnya Kasadha, atau sering disebut juga dengan “Kasada”, “Kasodo”, atau “Kesodo”[1], diperingati setiap tahun oleh masyarakat Tengger, pada malam bulan purnama pada tanggal … More Yadnya Kasada

Tradisi dan Bahasa Masyarakat Tengger

Masyarakat Tengger merupakan salah satu komunitas masyarakat di kepulauan Jawa yang masih setia terhadap adat istiadat warisan nenek moyang. Masyarakat adat Tengger tidak pernah bisa lepas dari tradisi luhur yang telah diwarisinya selama ini. Kemampuan untuk mempertahankan tradisi tersebut menjadikan masyarakat Tengger dianggap sebagai bagi dari masyarakat adat di nusantara. Penghormatan terhadap tradisi tersebut memberikan bukti … More Tradisi dan Bahasa Masyarakat Tengger

Peran Spiritual dan Sosial Dukun Tengger

Pada kehidupan sosial masyarakat Tengger, ada hal yang menarik, yaitu, walaupun masyakat suku Tengger ini tersebar dan terpisah di empat kawasan administratif (Probolinggo, Pasuruan, Lumajang dan Malang), orang-orang Tengger satu sama lain memiliki ikatan emosional yang cukup tinggi. Wilayah administratif hanya menunjukkan batas wilayah fisik, tetapi ikatan batin antara mereka terjalin secara historis dan turun … More Peran Spiritual dan Sosial Dukun Tengger

Asal Usul dan Makna Tengger

Menurut beberapa sesepuh Tengger, istilah Tengger semula adalah tenger, yang bermakna sebagai tetenger atau tanda, atau berdiri tegak. Yaitu bermakna tenggering budi ingkang luhur (artinya: tanda keluhuran budi pekerti, sebuah tanda budi pekerti yang berdiri tegak. Atau dapat diartikan “tanda tegaknya budi pekerti luhur), dan simbol perdamaian abadi. Entah mulai kapan, istilah tersebut kemudian populer menjadi Tengger. Orang-orang Tengger pun kemudian menjadi nyaman dengan … More Asal Usul dan Makna Tengger

Sejarah Suku Tengger

Menurut sesepuh desa, masyarakat Tengger ini sudah ada sejak jaman Majapahit yaitu pada zaman keemasan pemerintahan Prabu Hayam Wuruk. Seringkali terbetik informasi bahwa keberadaan masyarakat Tengger ini berawal dan berasal dari pelarian (pengungsi) dari Majapahit ketika terjadi huru hara di kerajaan akibat masuknya pengaruh agama Islam yang dibawa kerajaan Demak. Dan para pelarian tersebut sampai … More Sejarah Suku Tengger