Mahakurawa: Dekonstruksi Pikiran Kebenaran Uji Keimanan Semiliar Umat

Lagi mencoba berlatih lagi membongkar “kebenaran universal” yang telah terlanjur merasuki pikiranku dan kuyakini kebenarannya satu miliar persen. Kini aku harus belajar menguji keimananku yang aku yakin juga seiring dengan keimanan semiliar umat. Mendekonstruksi pikiran kebenaran untuk menguji keimanan semiliar umat bukanlah hal mudah. Ya, pikiran kebenaran universal yang harus kudekonstruksi ini, sebagaimana terkemas dalam … More Mahakurawa: Dekonstruksi Pikiran Kebenaran Uji Keimanan Semiliar Umat

Visit Mount Bromo An Exotic Mount View in Traditional Java

Visit Mount Bromo An Exotic Mount View in Traditional Java! Mount Bromo is a part of the Bromo Tengger Semeru National Park that covers a massive area of about 800 square km. Although the national park is located in the tropical climate area, the temperature is not so “tropical” at all due to the overall … More Visit Mount Bromo An Exotic Mount View in Traditional Java

Mengapa Perempuan Menjadi Laki-laki?

Tulisan  ini bukan membahas trans-seksual maupun trans-jender, tetapi “berubahnya identitas kultural” perempuan menjadi laki-laki. Fenomena ini masih ada. Yaitu fenomena melenyapnya nama diri perempuan –terganti dengan nama orang lain (laki-laki) ketika perempuan bersinggungan secara kultural-struktural dengan laki-laki, misalnya menikah. Jika “Rini Susanti” menikah dengan “Rano Susanto”, maka namanya menjadi “Rini Susanti Susanto” bahkan “Nyonya Susanto” … More Mengapa Perempuan Menjadi Laki-laki?

Kearifan Lokal Tengger dan Modal Sosial Demokrasi

Apa yang dimiliki dan dijalani wong Tengger dalam kehidupan sosial mereka dengan berbagai corak, habitus, kearifan lokal, ajaran kehidupan tri hita karana, konsep pancer pada gunung Bromo, praktik toleransi, Islam Tengger, dsb membentuk kebiasaan dan karakter masyarakat Tengger. Cara hidup yang merujuk pada konsep kebaikan bersama yang diyakini dan dianut secara kolektif, membawa emosi kolektif sebagai identitas wong Tengger, simbol kebanggaan bagi wong Tengger. Konsep … More Kearifan Lokal Tengger dan Modal Sosial Demokrasi

Islam Tengger

Tengger, Bromo, lazimnya dikenal sebagai kawasan yang dihuni oleh masyarakat beragama Hindu (baca “Mengenal Masyarakat Tengger”). Memang mayoritas warga suku Tengger adalah penganut agama Hindu (menurut perspektif lokal, disebut “Shiwa-Buddha”, bukan Hindu). Tetapi terdapat satu desa Tengger yang mayoritas (hampir 100 persen) masyarakatnya menganut agama  Islam, yakni desa Wonokerto. Dan ada desa lain yang sebagian … More Islam Tengger

Kurban ala Tengger

Jika umat Islam mengenal ‘kurban (qurban)’ dalam hari raya Idul Adha atau disebut juga “hari raya kurban”, karena terdapat ritual penyembelihan hewan ternak (kambing, sapi), umat Hindu Tengger pun mengenal “kurban ternak”. Ini dilakukan oleh umat Hindu Tengger dalam rangkaian ritual Yadnya Kasada (yadnya kasada berarti “kurban suci di bulan ke dua belas”) selain ritual labuhan sesaji  … More Kurban ala Tengger

Yadnya Kasada

Telah dijelaskan pada “Bromo dan Makna Spiritual Bagi Masyarakat Tengger”, bahwa kehidupan budaya masyarakat suku Tengger tidak dapat terlepas dari Bromo (Brahma) dan Yadnya Kasada. Pembahasan tentang masyarakat Tengger selalu  terkait dengan Yadnya Kasada, dukun dan Bromo sebagai posisi sentral dari tradisi budaya masyarakat Tengger. Yadnya Kasadha, atau sering disebut juga dengan “Kasada”, “Kasodo”, atau “Kesodo”[1], diperingati setiap tahun oleh masyarakat Tengger, pada malam bulan purnama pada tanggal … More Yadnya Kasada